Jumat, 09 Mei 2014

Menikmati Perih


Sebelumya,
Tak pernah kurasa perih seperih ini 
Tak pernah kurasa sakit sesakit ini 
Tak pernah kurasa cinta secinta ini 
Tak pernah kurasa rindu serindu ini 
Tak pernah kurasa sayang sesayang ini 
Tak pernah kurasa takut setakut ini 
Tak pernah kurasa kecewa sekecewa ini

Semua rasa yang tak pernah kurasa kini kurasa, 
Namun tak ada kurasa bahagia,
Hanya menjadi pengemis yang meronta mengharap belas kasih wanita 
Kau hinakan aku hingga aku merasa tiada harga diri dihadapmu 
Mungkin terlalu dalam kutanam rasa padamu 
Hingga sedikit pun kau tak dapat membalas

Di sini dalam pekat gelap,aku hanya menikmati perih 
Ku telan sakit ini sendiri 
Tak ada yang merengkuh 
Karena tak ingin sosok lain di pundakku saat ini 
Ternyata aku memohon pada makhluk yang salah 
Kecewa ku memuncak hanguskan akal sehat ku

Dalam sendiri ku hanya bisa terdiam 
Bernapas pun tak dapat ku nikmati segarnya udara malam ini

Kamis, 03 April 2014

kontak

facebook : Rachmat Budhi
twetter : @rachdie24

BIOGRAFI SINGKAT PAK HABIBIE




Dimasa kecil,
Habibie telah menunjukkan kecerdasan dan semangat tinggi pada ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya Fisika. Selama enam bulan, ia kuliah di Teknik Mesin Institut Teknologi Bandung (ITB), dan dilanjutkan ke Rhenisch Wesfalische Tehnische Hochscule – Jerman pada 1955. Dengan dibiayai oleh ibunya, R.A. Tuti Marini Puspowardoyo, Habibie muda menghabiskan 10 tahun untuk menyelesaikan studi S-1 hingga S-3 di Aachen-Jerman.
Habibie mengeluti bidang Desain dan Konstruksi Pesawat di Fakultas Teknik Mesin. Selama lima tahun studi di Jerman akhirnya Habibie memperoleh gelar Dilpom-Ingenenieur atau diploma teknik (catatan : diploma teknik di Jerman umumnya disetarakan dengan gelar Master/S2 di negara lain) dengan predikat summa cumlaude.
Pak Habibie melanjutkan program doktoral setelah menikahi teman SMA-nya, Ibu Hasri Ainun Besari pada tahun 1962. Bersama dengan istrinya tinggal di Jerman, Habibie harus bekerja untuk membiayai biaya kuliah sekaligus biaya rumah tangganya. Habibie mendalami bidang Desain dan Konstruksi Pesawat Terbang. Tahun 1965, Habibie menyelesaikan studi S-3 nya dan mendapat gelar Doktor Ingenieur (Doktor Teknik) dengan indeks prestasi summa cum laude. 
Januari 1950 Bung karno mengirim putra-putra terbaik Indonesia ke Belanda untuk belajar tentang industri perkapalan dan dirgantara agar bisa berdikari. "Saya masuk angkatan kelima yang dikirim ke Belanda. Di sana kami belajar bagaimana bisa membuat pesawat dan kapal. Ini agar Indonesia tidak mengimpor kapal maupun pesawat terbang. Bung Karno ingin, kita menjadi negara mandiri," tuturnya mengupas sejarah.
Hanya saja pada 1964, kondisi negara tidak memungkinkan untuk membuat kapal maupun pesawat terbang. Namun karena mendapat amanat Bung Karno, Habibie menyatakan semangatnya kembali terlecut. Bersama sesama ilmuwan lainnya, mantan Menristek ini mengembangkan industri kedirgantaraan.
Inilah kelemahan bangsa kita. Bangsa kita lebih senang mengimpor daripada menggunakan hasil karya putra terbaiknya sendiri (Habibie)
"Bukan karena hobi, tapi karena tidak tahan melihat penderitaan rakyat. Kami ingin membuat pesawat terbang sendiri, sehingga uang negara tidak perlu dihabiskan untuk mengimpor pesawat dari luar negeri," tandasnya.

Pekerjaan dan Karir 

Habibie pernah bekerja di Messerschmitt-Bölkow-Blohm, sebuah perusahaan penerbangan yang berpusat di Hamburg, Jerman, sehingga mencapai puncak karier sebagai seorang wakil presiden bidang teknologi.
Pada tahun 1973, ia kembali ke Indonesia atas permintaan mantan presiden Suharto. Ia kemudian menjabat sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi . Sebelum menjabat Presiden. B.J. Habibie adalah Wakil Presiden (dalam Kabinet Pembangunan VII di bawah Presiden Soeharto.
Ia diangkat menjadi ketua umum ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia), pada masa jabatannya sebagai menteri.

Masa kepresidenan 

Habibie mewarisi kondisi kacau balau pasca pengunduran diri Soeharto , sehingga menimbulkan maraknya kerusuhan dan disintegerasi hampir seluruh wilayah Indonesia. Segera setelah memperoleh kekuasaan, Habibie segera membentuk sebuah kabinet. Salah satu tugas pentingnya adalah kembali mendapatkan dukungan dari Dana Moneter Internasional dan komunitas negara-negara donor untuk program pemulihan ekonomi. Dia juga membebaskan para tahanan politik dan mengurangi kontrol pada kebebasan berpendapat dan kegiatan organisasi.
Pengangkatan B.J. Habibie sebagai Presiden menimbulkan berbagai macam kontroversi bagi masyarakat Indonesia. Pihak yang pro menganggap pengangkatan Habibie sudah konstitusional. Sedangkan pihak yang kontra menganggap bahwa pengangkatan B.J. Habibie dianggap tidak konstitusional.
Dibidang ekonomi, ia berhasil memotong nilai tukar rupiah terhadap dolar masih berkisar antara Rp 10.000 – Rp 15.000. Namun pada akhir pemerintahannya, nilai tukar rupiah meroket naik pada level Rp 6500 per dolar AS nilai yang tidak akan pernah dicapai lagi di era pemerintahan selanjutnya.
pada tahun 1999 habibie berhenti sebagi presiden. Ia memutuskan tidak mencalonkan diri lagi setelah laporan pertanggungjawabannya ditolak oleh MPR.
Setelah ia turun dari jabatannya sebagai presiden, ia lebih banyak tinggal di Jerman daripada di Indonesia. Tetapi ketika era kepresidenan Susilo Bambang Yudhoyono, ia kembali aktif sebagai penasehat presiden untuk mengawal proses demokratisasi di Indonesia lewat organisasi yang didirikannya "The Habibie Center".

Bonus 













SUMBER

Kamis, 15 Desember 2011

Harapan Abadiku



Namamu selalu tersirat indah dalam teguhnya jiwaku,,
Tak terusik
Tak terhapus
Takan mati dimakan waktu
Meski kau bukan milikku

Untaian kata terangkai tiada percuma
Walau tak seindah pujangga
Namun itu mewakili rasa
betapa aku nmenginginkan kau dapat kumiliki
meski itu sulit kutempuh

Rindu tiada bertepipun kurasakan
Setiap hela nafasku,,
Aku hanya dapat memandang wajah ayumu
Dalam selembar potret dirimu

Fananya dunia ini hanya sekejap kurasakan
Namun ketika aku mengenalmu semua berubah,,
Tak lagi kurasa lelah dalam jiwa
Walau menantimu tlah sekian lama

Indah ceritaku bersamamu harap abadiku
Setiap detiknya selalu mengharapkanmu
Setiap langkahku selalu merindukanmu
Walau aku tau,,
Hatimu tak sama dengan perasaanku

Tak lelah aku menantimu
Disudut harapan aku merindukanmu
Berharap kau akan datang dan membalas cinta ini
Untuk menerima aku menjadi milikmu

Rasah,,gelisah,,menyerah
 itu bukan bagian sifatku
Tegar,,sabar dan setia menantimu
itulah yang slalu aku jalani
Meski entah kau dapat merasakan apa yang kurasakan

Inilah aku apa adanya
Segenap rindu,,harapan dan cinta pun menyatu
Untuk dapat memilikimu
Ditempat ini aku sendiri setia menantimu
Sampai akhir kain kafan terbalut ditubuhku
Ragaku kan berakhir,,
Namun cintaku padamu akan terus mengalir

Rabu, 13 Juli 2011

Sebongkah Rindu


Untuk engkau, Terkasih
Yang ku kasihi setulus hati segenap jiwa

Ku tau engkau sempurna untukku
Jelas tak kuragukan tlah salah menilaimu
Walau begitu jauh, tak abadi dalam genggamanku
Tetaplah bersinar, jangan redupkan cahaya-Mu

Deru rindu menggebu sesakkan dada
Perhatian ini telah kau rampas, kau rebut semuanya
Sampai buatku tak bisa melihat siapapun selain dirimu
Karena engkau satu-satunya yang membuatku tak bisa berpaling

Ini cinta, mungkin tak diharapkan adanya
Meski batin tersiksa menepis segala rindu yang ada
Engkau tau aku takkan menyerah terpuruk begitu saja

Harapan hidup berdampingan denganmu slalu membayangi mimpi malamku
Cinta yang ku beri takkan pernah hilang untukmu
Rindu ini takkan lagi pernah ku tepis adanya
Walau harus berdusta, tapi aku selalu rindu

Mungkin tak bisa engkau terima
Cinta dan rindu yang tulus datang dariku
Cukup engkau tau, cukup engkau mengerti
Itu cukup buat aku bahagia walau tak berbalas

Langkah ini takkan berhenti berlari
Mengejar sosokmu yang tertanam dalam sukma
Sampai satu hari nanti, sampai aku benar-benar bisa
Membuat rindu ini kau sambut dengan hangat kasihmu...


Kasih, telah aku sampaikan
Telah aku curahkan
Segala rindu, segala cinta
Untuk engkau, satu jiwa yang sempurna..

Selasa, 15 Februari 2011

Penantian dan Rindu

Ketika malam kupandangi potretmu,,
Air mata ini terus bercucuran,,
Berharap aku temukan dirimu,,
Walau hanya sekejap aku bertemu denganmu,,
Sedikit sembuhkan lukaku,,

Rindu semakin dalam,, 
Disaat terlintas tentangmu di pikirku,,
Semakin dalam rinduku,,
Semakin berlinang air mataku,,

Ilusiku berharap akan harapan yang kau lampirkan,,
Sesaat setelah aku nyatakan rasaku dihadapmu,,
Namun penantian yang kau berikan,,
Akupun sanggup meantimu hingga saat ini,,
Aku bertahan dengan perasaanku,,

Sesaat ku terdiam,,
Ingin ku berhenti mengharapmu,,
Hentikan semua rindu dan penantianku,,
Tetapi,,
Itu semakin dalam merobek batinku,,
Aku tak bisa bila tanpa dirimu,,
Aku tak bisa melepas semua tentangmu,,

Aku tetap berdiri dan berlari mengejarmu,,
Berharap kau akan menyimpanku di ruang-ruang hatimu,,
Tempat terindah untukku da hidupmu,,
Aku akan berusaha jadi yang kau mau,,

Yakin selaksak kehidupan akan aku taruhkan,,
Semua berbalut rindu dalam kesunyiaan,,
Menepis jiwa yang penuh harap,,
Hadirnya dirimu sejukan sukma dan jiwa,,

Untukmu yang terkasih,,
Pandanglah aku dengan hatimu,,
Penantianku takan pernah berujung,,
Tak dapat dilihat oleh batas cakrawala matamu,,
Hanya hatimu,,
Yang dapat menembus semua tentangku didihidupmu,,
Aku disini selalu untukmu,,
Aku mencintaimu...

Rabu, 26 Januari 2011

Sebatas Harapan Memilikimu



Bukan hanya sekedar goresan tinta....
Yang kini aku tulis dalam secarik kertas...
Aku bukan pujangga...
Yang dapat merangkai kata dengan sempurna...
Berjuta makna terkandung didalamnya....

Namun aku bukan dia...
Bukan seorang pujangga dan perangkai kata...
Aku hanya orang biasa...
Dengan segenap hal yang aku miliki....
Sebatas hanya ingin curahkan perasaanku...
 Betapa dalam cinta yang aku rasa...
Bukan sekedar cinta yang terucap...
Bukan sebatas rasa yang terlintas...
Hanya ingin kau tau tentang hatiku...

Terkadang......
Aku bingung dengan sikapku...
Selalu terdiam...hanya dapat memendam....
Tak sanggup aku mampu ucapkan....
Tentang rasa yang tlah lama tersimpan..
Aku hanya disini menatapmu dari kejauhan..
Berharap kau akan menoleh..
Memandang aku disini..
Lelaki pengecut yang tak berani..
Tak sanggup ungkapkan cintaku..

Memilikimu hanya sebatas impian..
Berdampingan denganmu hanya sebatas harapan..
Namun harapan itu akan ku genggam..
Hingga aku meninggalkan indah Semesta Alam..

Dalam kelam malam..
Batinku dihantui ketakutan..
Karena aku s'lalu hidup dalam kesendirian..
Doa-doa harapan slalu aku panjatkan..
Agar Yang Maha Penyayang slalu menenangkanku..

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger